Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial TikTok dalam memengaruhi pemerolehan bahasa pada anak, khususnya pada Dmitriev Abraham Hariyanto (Abe Cekut), dengan menggunakan pendekatan Teori Hipotesis Kesemestaan Kognitif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, analisis video, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abe telah mencapai tahap linguistik sesuai usia, ditandai dengan kemampuannya melafalkan dan memahami kata dalam konteks pengalaman nyata. TikTok berperan sebagai stimulus linguistik yang bersifat multimodal dan kontekstual, yang mempercepat perkembangan aspek fonologi, semantik, dan pragmatik anak. Selain itu, hasil survei mendukung bahwa konten TikTok dapat menjadi media pemerolehan bahasa yang efektif, selama mendapat pendampingan dari orang tua. Penelitian ini memperkuat relevansi teori Piaget dan hipotesis kognitif dalam memahami pemerolehan bahasa anak di era digital.
Copyrights © 2025