Artikel ini mengkaji tentang hubungan agama dan negara dalam perspektif politik Islam. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari artikel, jurnal, buku dan dokumen yang relevan dan dapat menunjang tema yang dibahas. Dari data-data yang telah dikaji, dapat diketahui bahwa terdapat tiga paradigma dalam hubungan antara agama dan negara, yaitu paradigma integralistik, paradigma sekularistik dan paradigma simbiotik dan terdapat dua konteks masa dalam membahas mengenai hubungan agama dan negara. Lalu kemudian muncul tiga aliran dalam hubungan agama dan negara, yaitu aliran liberal, aliran fundamentalis dan aliran moderat. Kajian ini berusaha untuk menjelaskan paradigma, masa dan aliran yang terdapat dalam hubungan agama dan negara. Ketiganya memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam memaknai hubungan antara agama dan negara.
Copyrights © 2025