Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak dalam Kegiatan Bermain Play Dough di TK Islam Arruhaniyah Khairunnida, Khairunnida; Yuliantina, Irma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.886 KB)

Abstract

Masalah pokok penelitian ini adalah proses pembelajaran yang kurang efektif yang disebabkan guru dalam proses pembelajaran kurang menerapkan penggunaan metode bermain playdough yang berdampak pada rendahnya kreativitas anak. Tujuan penelitian ini untuk meninkatkan kreativitas anak melalui metode bermain playdough. Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Islam Ar ruhaniyyah Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang berjumlah 22 anak terdiri 11 laki laki 11 anak perempuan. Rencana penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 3 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak dalam Kegiatan Bermain Play Dough di TK Islam Arruhaniyah Khairunnida, Khairunnida; Yuliantina, Irma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2095

Abstract

Masalah pokok penelitian ini adalah proses pembelajaran yang kurang efektif yang disebabkan guru dalam proses pembelajaran kurang menerapkan penggunaan metode bermain playdough yang berdampak pada rendahnya kreativitas anak. Tujuan penelitian ini untuk meninkatkan kreativitas anak melalui metode bermain playdough. Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Islam Ar ruhaniyyah Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang berjumlah 22 anak terdiri 11 laki laki 11 anak perempuan. Rencana penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 3 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan
WORKSHOP MENATA LINGKUNGAN MAIN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI ANAK USIA DINI Yuliantina, Irma; Asti, Dwi; Maryani, Eli; Hs, Elida; Harlina; Wati, Isma; Angrilla, Mira; Novita; Batubara, Nurul; Sepriani, Rika; Raya, Wira
Jurnal ABDI PAUD Vol. 5 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v5i1.36482

Abstract

Pendidikaan anak usia dini memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter dan aspek- aspek perkembangan bagi anak anak. Untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan bagi anak usia dini perkembangan anak baik secara koginitif, motorik, daya kreatifitas serta terbentuknya karakter profil pelajar Pancasila. Pembentukan karakter perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasana salah satunya adalah penataan lingkungan main bagi anak, sehingga dengan tertatanya lingkungan main dengan baik dapat tercapain kebutuhan anak secara holistik. Tujuan dari penelitian ini adalah agar tenaga pendidik mengetahui pentingnya menata lingkungan main terutama dalam pengimplentasian kurikulum Merdeka bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data angket yang disebar melalui google form, observasi dan partisipan. Hasil angket survei penelitian menunjukkan bahwa guru IGTKI Batanghari Jambi memerlukan wawasan pembelajaran, pelatihan atau training tentang Menata Lingkungan Main bagi Anak Usia Dini, manfaat Menata Lingkungan Main bagi Anak Usia Dini yaitu anak berkesempatan untuk mengembangkan kemamampuan diri melalui interaksi, dan eksploriasi dengan peristiwa dan sumber belajar yang ada di lingkungannya, serta pelaksanaannya dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah dengan menyediakan beberapa jenis main (bukan hanya satu jenis main) sesuai dengan topik yang sedang di bahas dan biarkan anak bebas memilih jenis main atau bagian mana yang ia inginkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Menata Lingkungan Main dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada anak usia dini memiliki dampak positif dan sangat signifikan terhadap keberhasilan guru dalam menyediakan atau menata lingkungan main dan bagi anak dapat bereksplorasi dirinya sendiri secara keseluruhan serta terbentuknya karakter profil pelajar Pancasila dan minat belajar anak.
Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor dalam Mengetahui Kinerja Guru di Satuan PAUD Madi, Mia Sumiani; Yuliantina, Irma
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 11 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v11i2.20160

Abstract

Mewujudkan sekolah sebagai wadah yang efektif dan efesien kepemimpinan memainkan peran yang begitu penting dan memiliki fungsi sebagai penentu  keberhasilan yang ditunjukan melalui kinerja guru. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Bagaimana peran kepala  sekolah sebagai supervisor  untuk mengetahui kinerja guru dalam proses pembelajaran di satuan PAUD. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomena. Pengumpulan data melalui wawancara  mendalam, observasi dan telaah dokumen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa evaluasi supervisi akademik dengan melakukan wawancara, observasi dan telaah dokumen bahwa kepala sekolah telah  melaksanakan  evaluasi sesuai dengan pedoman supervisi akademik. Simpulan dari penelitian ini didapatkan  hasil ada korelasi signifikan antara peran kepala sekolah yang optimal terhadap peningkatan kinerja guru dalam proses pembelajaran efektif
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AS A DETERMINING FACTOR FOR TEACHER MOTIVATION IN THE SECONDARY SCHOOL ENVIRONMENT Yuliantina, Irma; Santoso, Priyo; Iswanto, Wiwit
Jurnal Multidisipliner Bharasa Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Multidisipliner Bharasa
Publisher : Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of transformational leadership as a determining factor for teachers' work motivation in the secondary school environment. Transformational leadership was chosen because of its characteristics that are able to inspire, motivate, and empower teachers to achieve higher performance. This study uses a quantitative approach with a survey method involving 150 teachers from various secondary schools in Indonesia. The research instrument used was a questionnaire consisting of items that measured the dimensions of transformational leadership and the level of teacher motivation. The results of the study showed that there was a significant positive relationship between transformational leadership and teacher motivation. In particular, the dimensions of leader charisma, intellectual stimulation, and individual consideration contribute significantly to the improvement of teachers' work motivation. These findings indicate that school principals who apply transformational leadership styles can increase teacher motivation, which in turn has a positive impact on the learning process and student learning outcomes. This research provides practical implications for the development of education policies, especially in the selection and training of school principals who are able to implement transformational leadership styles. Thus, it is hoped that a conducive school environment can be created for improving the quality of education in Indonesia. The study also identifies areas for further research to deepen understanding of leadership dynamics and motivation in the context of education.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru RA Melalui Kegiatan Workshop Rohmah, Siti; Yuliantina, Irma
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8907

Abstract

Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian pre eksperimental design. Dimana penelitian dilakukan pada sekelompok guru yang mendapat perlakukan berupa kegiatan workshop. Adapun bentuk desain yang di gunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest Posttest Design, dimana sebelum dilakukan kegiatan perlakuan peserta lebih dahulu diberi tes awal (pretest) dan setelah mengikuti perlakuan akan dites kembali dengan soal tes yang sama sebagai tes akhir ( posttest). Penelitian di lakukan pada guru-guru anggota PD IGRA Kabupaten Rokan Hulu yang mengikuti kegiatan workshop sebanyak 89 orang guru. Dari Hasil analisis data pretests dan posttest maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan workshop dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru RA. Berikut rincian hasil pretest 41,6 % pada level faham, 39% pada level dasar dan 19,4% pada level menengah, mumpuni dan ahli, menjadi 30% pada level  faham, 37,5% pada level dasar dan 32.% pada level menengah, mumpuni dan ahli. Berkurangnya kompetensi pedagogik guru RA dari 41,6% pada level dasar menjadi 30% pada level dasar, dan naiknya kompetensi pedagogik guru RA dari 19.4% pada level menengah, mumpuni dan ahli menjadi 32% menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogik guru RA.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru RA Melalui Kegiatan Workshop Rohmah, Siti; Yuliantina, Irma
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8907

Abstract

Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian pre eksperimental design. Dimana penelitian dilakukan pada sekelompok guru yang mendapat perlakukan berupa kegiatan workshop. Adapun bentuk desain yang di gunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest Posttest Design, dimana sebelum dilakukan kegiatan perlakuan peserta lebih dahulu diberi tes awal (pretest) dan setelah mengikuti perlakuan akan dites kembali dengan soal tes yang sama sebagai tes akhir ( posttest). Penelitian di lakukan pada guru-guru anggota PD IGRA Kabupaten Rokan Hulu yang mengikuti kegiatan workshop sebanyak 89 orang guru. Dari Hasil analisis data pretests dan posttest maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan workshop dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru RA. Berikut rincian hasil pretest 41,6 % pada level faham, 39% pada level dasar dan 19,4% pada level menengah, mumpuni dan ahli, menjadi 30% pada level  faham, 37,5% pada level dasar dan 32.% pada level menengah, mumpuni dan ahli. Berkurangnya kompetensi pedagogik guru RA dari 41,6% pada level dasar menjadi 30% pada level dasar, dan naiknya kompetensi pedagogik guru RA dari 19.4% pada level menengah, mumpuni dan ahli menjadi 32% menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogik guru RA.
Implementasi Kurikulum PAUD dalam Mendukung Transisi PAUD-SD Yuliantina, Irma
Efektor Vol 11 No 2 (2024): Efektor Vol.11 No.2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v11i2.23919

Abstract

The transition of the learning process from Early Childhood Education to Primary School is a crucial period for young children. During this time, children need to be well-prepared, making it essential to have a smooth educational transition to ensure their optimal growth and development. This study aims to analyze the appropriate implementation of the ECE curriculum in supporting the PAUD-SD School transition. A qualitative method is used in this research to identify the key factors that need to be considered when implementing the ECE curriculum to support this transition. The respondents of this study include school principals and ECE teachers, with data collected through in-depth interviews to illustrate how the curriculum is implemented and the foundational skills children need to be ready for Primary School. The study's findings reveal that the curriculum's goals and content are not yet contextually aligned. Teaching methods are predominantly classical, following teacher instructions, and some lessons are still delivered using drill methods. Teachers have not utilized evaluation processes to enhance learning quality, and initial assessments are not conducted as a basis for planning instruction. Understanding the transition of PAUD SD in implementing the PAUD curriculum provides changes in the way teachers carry out the child-centered learning process.
Improving Social Competence for Early Childhood Educators through In House Training Hariyani, Ade; Yuliantina, Irma
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 3 No. 4 (2024): Vol. 3 No. 4 2024
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v3i4.522

Abstract

This study aims to improve the social competence of early childhood education educators at An Nash Islamic Kindergarten through the in-house training (IHT) program. Social competence is one of the four basic competencies that teachers must have, which includes the ability to collaborate, communicate effectively, and involve parents and the community in the learning process. Although online training has previously been conducted, the results have not shown significant improvement. Therefore, IHT is designed to provide training that is more focused and relevant to the needs of educators. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of IHT at An Nash Islamic Kindergarten successfully improved educators' understanding and social skills. The program involves three stages, namely planning, implementation, and evaluation, which are carried out systematically to ensure the effectiveness of the training. A training needs analysis was conducted to identify gaps and find appropriate solutions. The research shows that although there is progress in educators' social competencies, continuous training is still needed to achieve optimal competencies. IHT proved to be an effective solution to improve educators' social competence in ECD settings, with an emphasis on collaboration and involvement of parents and communities. This study provides recommendations for the implementation of a more structured and sustainable training program to support teachers' professional development in the future.
The Role of Parents in Learning To Improve The Quality of Early Childhood Education in Kindergarten Buah Hati of Tebo Regency, Jambi Province Maryani, Eli; Yuliantina, Irma
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 3 No. 4 (2024): Vol. 3 No. 4 2024
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v3i4.557

Abstract

This study explores the role of parents in early childhood learning, focusing on their role as motivators, facilitators, and role models. The research uses a descriptive analysis and qualitative approach, observing events related to parents' role in learning. The study concludes that parents play a crucial role in supporting children's overall development, providing emotional support, and praise. They also act as facilitators, providing facilities and infrastructure that support the child's learning process, such as books, stationery, and other learning materials. Parents can create a pleasant learning atmosphere at home, such as providing comfortable study rooms and helping children complete assignments. They can also actively participate in activities like collecting used media and loose parts for children's learning media. Parents also serve as role models, demonstrating good behavior in social interactions, respecting others, and having good moral values. These attitudes and behaviors serve as real examples for children in everyday life. Parents can also be brought to school as resource persons to provide inspiration for children's future lives. Involving parents in the learning process can significantly improve the quality of education.