Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana social anxiety memengaruhi perasaan inferiority pada mahasiswa pertengahan di Universitas Sam Ratulangi. Mahasiswa pada tahap ini menghadapi berbagai tekanan akademik dan sosial, yang berpotensi memicu kecemasan sosial dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan performa akademik mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif, yang menekankan pada pengalaman hidup individu melalui cerita personal. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua mahasiswa semester empat, Valerina dan Gabby, yang berasal dari Universitas Sam Ratulangi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan sosial muncul dalam bentuk ketakutan terhadap penilaian negatif dan kecenderungan untuk menghindari situasi sosial. Hal ini berdampak pada timbulnya perasaan inferior, yang ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, perasaan tidak layak, dan ketidak mampuan bersosialisasi secara optimal.
Copyrights © 2025