Ketidakhadiran ayah merupakan fenomena yang semakin sering ditemukan dalam struktur keluarga modern, baik karena perceraian, kematian, migrasi kerja, maupun disengagement emosional. Penelitian menunjukkan bahwa peran ayah sangat penting dalam membentuk keseimbangan emosi remaja. Artikel ini bertujuan mengkaji dampak psikososial dari ketidakhadiran ayah terhadap perkembangan emosi remaja berdasarkan lima jurnal ilmiah. Hasil studi menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah berkorelasi dengan peningkatan risiko depresi, gangguan kecemasan, perilaku agresif, dan masalah dalam regulasi emosi.
Copyrights © 2025