Penelitian ini mengkaji dampak sosial kemacetan lalu lintas terhadap masyarakat Kota Makassar serta menganalisis berbagai upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah kota dalam mengatasi permasalahan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, penelitian ini melibatkan 30 informan yang terdiri dari pengguna jalan, tokoh masyarakat, aktivis transportasi, dan pejabat pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas di Kota Makassar telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan, meliputi: (1) peningkatan stres dan gangguan kesehatan mental, (2) pemborosan waktu produktif dan energi, (3) penurunan kualitas udara dan dampak kesehatan fisik, (4) gangguan interaksi sosial, dan (5) kerugian ekonomi baik pada tingkat individu maupun masyarakat. Upaya masyarakat dalam mengatasi kemacetan meliputi inisiatif berbagi kendaraan (carpooling), pembentukan komunitas pengguna sepeda, dan partisipasi dalam program transportasi publik. Sementara itu, pemerintah Kota Makassar telah mengimplementasikan kebijakan perbaikan infrastruktur jalan, pengembangan sistem transportasi massal, penerapan sistem satu arah, pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor, dan optimalisasi fungsi lampu lalu lintas. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, efektivitasnya masih terbatas karena pertumbuhan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan pengembangan infrastruktur. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan komprehensif yang melibatkan pengembangan sistem transportasi massal terintegrasi, peningkatan kualitas transportasi umum, implementasi zonasi kendaraan yang efektif, intensifikasi edukasi publik, pengembangan infrastruktur non-motorized, pemanfaatan teknologi informasi, revisi kebijakan tata ruang, dan pembentukan forum kolaborasi multipihak dalam penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Makassar.
Copyrights © 2025