Abad ke-21 ditandai oleh lanskap sosial-budaya yang dinamis, kompetitif, dan semakin kompleks, dengan perubahan yang berlangsung cepat serta spesialisasi pendidikan yang semakin tajam. Kondisi ini berisiko mengikis esensi pendidikan sebagai sarana pembentukan jati diri manusia secara utuh. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan kontribusi general education dalam mengembangkan softskill peserta didik di SMP Salafiyah Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan yang mencakup pembelajaran lintas disiplin, penanaman nilai-nilai etika, dan praktik reflektif berperan signifikan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kecerdasan emosional, kerja sama tim, dan keterampilan pemecahan masalah siswa. Temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa nilai-nilai keagamaan dan kultural yang melekat dalam pendekatan general education di sekolah tersebut menjadi katalis kuat dalam membentuk empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Studi ini menegaskan pentingnya general education sebagai upaya menyeimbangkan ranah kognitif dan afektif dalam pendidikan, serta merekomendasikan model ini sebagai praktik baik yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan lainnya untuk menjawab tantangan era kontemporer.
Copyrights © 2025