Artikel ini membahas strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber berita daring dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Jhonny H. Gultom (2023–2024), Lapas Banyuasin mengalami transformasi positif yang signifikan. Berbagai pencapaian seperti perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), serta akreditasi paripurna fasilitas kesehatan merupakan hasil dari penerapan strategi kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan berorientasi pada perubahan. Artikel ini memberikan gambaran bahwa kepemimpinan yang efektif menjadi kunci utama dalam mendorong reformasi layanan pemasyarakatan dan dapat menjadi model bagi unit pelaksana teknis lainnya.
Copyrights © 2025