Freedom of learning for students can be carried out in the practice of Christian education, because it is important for the need to face social realities in everyday life. However, most Christian educational practices prioritize spiritual teachings that talk about life outside the real world. Christian education should play its role in generating spiritual understanding that is relevant to social (reality) transformation. Based on this, the importance of critical awareness aims as the actualization of Christian values carried out in the reality of life. Paulo Freire's thinking in the concept of liberating education is used as a lens for teaching critical thinking, and dialogue as a democratic learning model for teachers and students to be able to think freely, have opinions, and have critical awareness. The research method used is qualitative research through literature review by reviewing books, journals by analyzing data by summarizing, and synthesizing information related to the topic. The results of this study found that: the development of the potential of students related to social transformation, the elaboration of Christian education and liberating education to build critical awareness of teachers and students, dialogue has the potential as a democratic model in learning. In conclusion, critical thinking is very suitable in Christian learning because this activity links social, emotional, and moral experiences for social transformation. Kebebasan belajar bagi naradidik dapat dilakukan dalam praktek pendidikan Kristiani, karena hal itu penting untuk kebutuhan menghadapi realitas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, praktik pendidikan Kristiani lebih mengutamakan pengajaran spiritual yang berbicara tentang kehidupan di luar dunia nyata. Seharusnya pendidikan Kristiani memainkan perannya dalam memunculkan pemahaman spiritual yang relevan dengan transformasi (realitas) sosial. Berdasarkan hal itu, pentingnya kesadaran kritis bertujuan sebagai aktualisasi dari nilai-nilai Kristiani dilakukan dalam realitas kehidupan. Pemikiran Paulo Freire dalam konsep pendidikan yang membebaskan dijadikan sebagai lensa untuk melakukan pengajaran berpikir kritis, dan dialog sebagai model pembelajaran demokratis untuk guru dan murid dapat bebas berpikir, berpendapat, dan memiliki kesadaran kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui literatur review dengan mengkaji buku, jurnal dengan melakukan analisis data dengan meringkas, dan mensintetis informasi terkait topik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: pengembangan potensi naradidik berkaitan dengan transformasi sosial, elaborasi pendidikan Kristiani dan pendidikan yang membebaskan membangun kesadaran kritis guru dan naradidik, dialog berpotensi sebagai model demokratis dalam pembelajaran. Kesimpulannya, pemikiran kritis sangat cocok dalam pembelajaran Kristiani karena aktivitas ini mengaitkan pengalaman sosial, emosional, dan moral untuk transformasi sosial.
Copyrights © 2022