Fraktur adalah kerusakan atau patahnya tulang atau struktur tulang rawan, baik sebagian maupun seluruhnya, atau terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh suatu gaya yang melebihi elastisitas tulang. Pembidaian atau Splinting merupakan teknik yang digunakan untuk immobilisasi atau menstabilkan anggota tubuh yang patah. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pembidaian terhadap tingkat nyeri pada pasien fraktur di RSUD Tjitrowardojo Purworejo. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pemberian intervensi pembidaian kepada pasien yang mengalami fraktur dan dilakukan evaluasi 10 menit sebelum dan setelah dilakukan tindakan. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi olah data komputer. Hasil penelitian pretest mencatat rata-rata skor nyeri sebesar 6.33 ± 2.3, sementara pada post-test nilai tersebut menurun menjadi 2.67 ± 1.15. Dengan demikian, intervensi pembidaian berkontribusi terhadap penurunan nyeri sebesar 3.66 ± 1.15 (mean ± SD), yang mengindikasikan efektivitas teknik ini dalam mengurangi ketidaknyamanan pasien pasca-fraktur. Kesimpulan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembidaian kepada pasien fraktur dapat menurunkan tingkat nyeri yang dialami oleh pasien.
Copyrights © 2025