Perilaku pacaran berisiko di kalangan remaja awal merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi edukasi yang tepat dan menarik. Remaja pada usia ini cenderung menormalisasi perilaku tidak sehat dalam hubungan karena kurangnya informasi yang akurat dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan siswa terkait pacaran berisiko. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest dengan melibatkan 42 siswa SMP di Kota Pontianak sebagai partisipan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan pacaran berisiko dengan 10 item pertanyaan dikotomis. Intervensi berupa video edukasi berdurasi 3 menit yang dirancang berbasis teori pembelajaran multimedia dan teori kognitif sosial. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan secara statistik (p < 0.001), dengan rata-rata skor meningkat dari 64.05 menjadi 76.67 setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis audiovisual efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pacaran berisiko, serta dapat dijadikan strategi edukasi kesehatan yang relevan dan dapat diterapkan secara luas dalam konteks sekolah.
Copyrights © 2025