Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan yang sering dialami pada remaja putri tepatnya di perut bagian bawah dan sering menjalar ke bagian belakang. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, kejadian dismenorea adalah 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenore. Penanganannya terbagi menjadi metode farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu metode non- farmakologis yang dapat diterapkan adalah abdominal stretching exercise. Adapun rumusan masalah penelitian ini untuk melihat perbedaan tingkat dismenore pada siswi sebelum dan sesudah melakukan metode abdominal streching exercise. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh metode abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Gorontalo. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimen menggunakan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest. Instrumen yang digunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas X sebanyak 209 siswi dan sampel yang digunakan sejumlah 30 responden melalui teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh metode abdominal stretching exercise terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Gorontalo dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (?? 0,05).
Copyrights © 2025