Kesejahteraan akademik mahasiswa Islam menjadi isu krusial di era kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang secara signifikan mengubah lanskap pendidikan tinggi. Stres dan burnout akademik merupakan tantangan utama yang mengancam kesehatan mental dan prestasi akademik mahasiswa. Dalam konteks ini, integrasi antara nilai-nilai psikologi Islam dan pemanfaatan AI dalam pengelolaan stres dan burnout perlu dikaji secara mendalam untuk mendukung kesejahteraan holistik mahasiswa. Artikel ini bertujuan mengkaji teori dan implementasi pengelolaan stres dan burnout pada mahasiswa Islam di era AI berdasarkan studi literatur dan data survei empiris dari Universitas Peradaban. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat mendukung personalisasi pembelajaran, monitoring kesehatan mental, dan intervensi dini secara efektif, namun implementasinya harus diselaraskan dengan nilai-nilai spiritual Islam. Model integratif ini menjadi solusi inovatif dan strategis bagi perguruan tinggi Islam dalam mengembangkan program kesejahteraan akademik yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan spiritual mahasiswa.
Copyrights © 2025