Penelitian ini mengeksplorasi penerjemahan idiom bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, dengan fokus pada kesetaraan makna dan budaya. Idiom, sebagai bagian unik dari bahasa, mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan pandangan dunia masyarakat penuturnya. Proses penerjemahan idiom menuntut pemahaman mendalam tentang aspek linguistik dan budaya untuk menjaga keakuratan makna dan relevansi kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk menganalisis idiom yang diambil dari teks sastra, dokumen resmi, dan karya terjemahan. Teori penerjemahan seperti ekuivalensi Eugene Nida dan skopos Hans Vermeer digunakan untuk menyebarkan sejauh mana idiom dalam bahasa sumber dapat diterjemahkan secara tepat ke bahasa target. Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerjemahan idiom adalah perbedaan budaya dan struktur bahasa, yang sering kali mempengaruhi keberhasilan transfer makna. Oleh karena itu, teknik seperti adaptasi budaya dan penerjemahan berbasis makna menjadi penting dalam menjamin kesetaraan pesan tanpa menghilangkan konteks budaya. Penelitian iniĀ menyoroti peran penerjemah sebagai mediator budaya yang menjembatani dua dunia bahasa. Dengan memahami idiom sebagai bagian integral dari dialog antarbudaya, penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dalam pengembangan ilmu penerjemahan, khususnya dalam konteks bahasa Arab dan Indonesia
Copyrights © 2021