Remaja berusia 10-19 tahun sering terjerumus ke dalam perilaku berisiko seperti perundungan, kekerasan seksual, dan penggunaan zat adiktif, yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka. Intervensi dengan melakukan edukasi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang risiko tersebut. Kegiatan edukasi di SMAN 4 Mataram dan SMAN 3 Selong bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai perilaku negatif. Metode pembelajaran oleh teman sebaya (peer-education) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, dengan peningkatan signifikan yang terlihat pada hasil pre-test dan post-test mereka. Persentase siswa yang tidak paham menurun dari 45% menjadi 18%, sementara yang sangat paham meningkat dari 3% menjadi 22%. Edukasi ini berhasil mencapai tujuannya dan menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman siswa.
Copyrights © 2025