Metode WAFA adalah sebuah perangkat pembelajaran yang cara kerjanya bersistem, memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran agar tercapainya baca tulis al-Quran sesuai kaidah tajwid. Cara teratur yang dipakai dalam melekasanakan pengajaran WAFA ini menggunakan otak kanan sebagai daya imajinasi dan seni sebab didalamnya menggunakan nada hijaz tiga pola nada. Metode ini digunakan di TPA Al-Firdaus masjid Jami’ Umar bin Khattab dusun Mangempang desa Moncongloe Lappara, Maros oleh para tenanga pengajar dalam proses baca tulis Al-Qur’an. Problemnya adalah kurangnya pengajar yang kompeten sehingga masyarakat cenderung masih banyak kesalahan dalam membaca dan mengeja huruf-huruf Al-Qur’an. Ditambah masih rendahnya pemahaman orang tua tentang keutamaan mengajarkan anak-anak tentang baca tulis Al-Qur’an secara baik dan benar serta sedikitnya sumber pengajar yang ada pada anak-anak maupun yang sudah usia lanjut. Adapun tenaga pendidik Al-Qur’an masih mengandalkan orang yang sudah lancar dalam memb-aca Al-Qur’an, sehingga belum mampu memberikan wawasan dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan laporan data narasi dan studi kasus yang terjadi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Data yang telah direduksi kemudian diolah menjadi sinopsis yang utuh. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode WAFA yang digunakan dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf hijaiyah dengan baik dan meningkatkatkan kemampuan membaca al-Quran yang lebih baik serta meningkatnya minat dan menghapal al-Quran yang menyenangkan
Copyrights © 2025