Penelitian ini mengkaji peran strategis perempuan adat Papua dalam upaya iklim berkelanjutan, dengan fokus pada kontribusi mereka dalam pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal, serta adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Perempuan adat Papua memiliki relasi yang kuat dan spiritual dengan alam, yang tercermin dalam praktik sehari-hari mereka seperti pertanian tradisional, perlindungan hutan, dan konservasi air. Meskipun demikian, kontribusi ini sering terabaikan dalam kebijakan iklim dan pembangunan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan adat bukan hanya penjaga ekosistem, tetapi juga agen penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan ketahanan komunitas terhadap krisis iklim. Namun, mereka menghadapi tantangan struktural seperti diskriminasi gender, minimnya akses terhadap informasi iklim, dan ketidakhadiran dalam ruang pengambilan keputusan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengakuan, perlindungan, dan pelibatan perempuan adat dalam kebijakan iklim adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan iklim yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025