Masyarakat perumahan di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, mengalami gegar budaya atau culture shock terhadap masyarakat lokal setempat karena perbedaan budaya, kebiasaan, dan bahasa daerah (beserta dialek bahasa Indonesianya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya fenomena culture shock pada masyarakat perumahan terhadap masyarakat lokal di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, beserta solusi untuk mengatasi fenomena tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yang menekankan pada kajian yang mendalam dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture shock terjadi melalui empat fase yaitu fase optimistik, masalah kultural atau culture shock, recovery, dan adaptation. Solusi untuk mengatasinya dengan membuka diri, adaptasi, dan bersosialiasi. Fenomena culture shock merupakan fenomena kultural akibat ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Copyrights © 2024