Minat belajar siswa terhadap sejarah di tingkat menengah sering rendah akibat metode pengajaran monoton dan kurang relevan dengan kehidupan mereka. Penelitian ini menganalisis strategi manajemen di SMA Negeri 15 Ambon untuk meningkatkan minat belajar sejarah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan sekolah berada pada kuadran I (strategi SO), mencerminkan potensi besar dalam memanfaatkan kekuatan internal. Kepala sekolah menerapkan manajemen partisipatif melalui penguatan kebijakan, dukungan inovasi pembelajaran, dan kemitraan eksternal. Guru sejarah aktif menggunakan metode interaktif berbasis teknologi, sementara kegiatan ekstrakurikuler sejarah turut memperkuat motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen sekolah yang kolaboratif dalam menciptakan lingkungan belajar sejarah yang menarik dan kontekstual.
Copyrights © 2022