Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket arang memiliki potensi besar sebagai energi alternatif ramah lingkungan, namun masih menghadapi masalah tingginya emisi asap dan ketidakkonsistenan mutu. Penelitian ini bertujuan merancang sistem produksi briket arang rendah asap dengan pendekatan sistem terpadu dan optimasi formulasi perekat menggunakan regresi linear. Metode penelitian meliputi studi literatur, simulasi matematis, dan observasi proses produksi sederhana. Analisis kebutuhan sistem dilakukan dengan pendekatan matriks, pemodelan proses produksi menggunakan BPMN, serta pembangunan model regresi linear untuk menentukan pengaruh persentase perekat terhadap mutu briket. Sistem produksi terintegrasi dari hulu ke hilir berhasil menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi, kadar abu rendah, dan emisi CO₂ pembakaran yang jauh lebih rendah dibanding tempurung bakar langsung (209,6 kg CO₂/ton vs 398,5 kg CO₂/ton). Pengaturan parameter proses dan formulasi perekat secara matematis efektif menurunkan kadar zat mudah menguap sehingga mengurangi asap pembakaran. Pendekatan sistem terpadu dengan optimasi formulasi perekat terbukti meningkatkan kualitas dan ramah lingkungan briket arang tempurung kelapa. Sistem ini direkomendasikan untuk dikembangkan pada skala UMKM guna produksi briket yang efisien, konsisten, dan berkelanjutan. Kata Kunci: arang briket, tempurung kelapa, sistem produksi, BPMN, optimasi perekat
Copyrights © 2025