Penelitian ini membahas fenometa yang terdapat dalam bahasa dayak Ngaju yakni penggunaan diftong sebagai bagian dari kata dalam bahasa Dayak Ngaju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diftong dalam bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data mengguankan observasi dengan metode simak catat yang dilanjutkan dengan simak-libat-cakap, serta rekam. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk diftong dalam bahasa dayak ngaju paling dominan adalah diftong ai, au, dan ei. Temuan dalam penelitian ini yakni terdapat diftong yang tidak ada dalam kaidah bahasa Indonesia yaitu diftong ui pada kata “apui”. Temuan lainnya terdapat pada kata “balau”(indo: rambut) “balau” (Indo: lapar”). Meskipun memiliki bentuk susunan huruf yang sama, namun memiliki cara pengucapat/pelafalan yang berbeda.
Copyrights © 2025