Pernikahan pada masa dewasa awal tetap memiliki tantangan dalam menghadapi berbagai permasalahan atau konflik, untuk menjaga hubungan pernikahan tetap harmonis. Konflik atau masalah yang terjadi selama pernikahan juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap depresi, baik pada suami maupun pada istri. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang dapat membantu mengurangi risiko depresi dikalangan dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara partner phubbing dan depresi pada dewasa awal yang menikah. menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dan menggunakan 200 responden yang dikumpulkan melalui formular online. Instrumen yang digunakan adalah skala partner phubbing yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia untuk mengukur partner phubbing dan skala Patient Health Questionnaire (PHQ)-9 untuk mengukur tingkat depresi. Hasil menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara partner phubbing dan depresi (r = 0.286, p <0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat partner phubbing berkaitan dengan tingginya tingkat depresi dan sebaliknya. Implikasi praktis dalam penelitian ini yaitu dapat memberikan pemahaman pada dewasa awal diharapkan dapat menurunkan perilaku phubbing pada pasangan sehingga mampu mengurangi resiko depresi pada pasangan yang menerima phubbing tersebut.
Copyrights © 2025