Diagnosis kusta Lucio sulit dilakukan karena manifestasi pada kulit tidak khas, sehingga pasien sering datang ketika kondisinya sudah parah disertai dengan fenomena Lucio. Seorang pria berusia 25 tahun, mengeluhkan bercak hitam dan luka disertai lepuh yang pecah tersebar di sekujur tubuh sejak 4 hari terakhir. Riwayat penggunaan obat steroid jangka panjang untuk keluhan kaki yang sering bengkak dan nyeri lama kelamaan wajah terasa bengkak dan bulat serta timbul guratan-guratan di perut. Riwayat mengonsumsi obat MDT selama 1 tahun. Pemeriksaan dermatologis diperoleh, makula purpura dengan area ulserasi yang besar dan banyak, dengan batas tidak beraturan dan sudut tajam, di daerah ekstremitas bawah disertai erosi, sebagian ditutupi dengan jaringan nekrotik kehitaman dengan luas permukaan tubuh mencapai 40%. Pemeriksaan slit smear apusan kulit menemukan bakteri tahan asam dengan indeks bakteri +6 dan indeks morfologi 1%. Sementara pada perwarnaan Ziehl Neelsen ditemukan bakteri tahan asam dalam jumlah besar, tersebar di area dermis, dan sebagian mencapai endotelium pembuluh darah mendukung gambaran fenomena Lucio. Pasien mengalami lekositosis dan kenaikan gula darah, karena keluhan nyeri sendi, pasien dirawat di departemen Penyakit Dalam dengan diagnosis radang sendi dan tidak pernah berkonsultasi dengan dermatologist. Fenomena Lucio adalah reaksi kusta parah yang sulit dikenali dengan manifestasi klinis berupa lesi kulit necrotizing erythema, terutama pada ekstremitas. Pengetahuan tentang penyakit morbus Hansen dengan fenomena lucio masih terbatas,ini merupakan kendala utama yang sering ditemui pada saat penatalaksanaan, sehingga terjadi misdiagnosis seperti pada kasus ini. Terapi multidrug untuk kusta multibasiler (MDT-MB) menurut rejimen WHO adalah terapi utama yang dapat dikombinasikan dengan kortikostroid sistemik.
Copyrights © 2025