Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap nilai tukar, daya tarik wisata, keterbukaan perdagangan, serta kejadian besar terhadap cadangan devisa pariwisata Indonesia dalam rentang waktu 1990 hingga 2023. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), World Bank, Bank Indonesia (BI), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf), yang berisikan data variabel cadangan devisa pariwisata, wisatawan mancanegara, daya tarik wisata, nilai tukar IDR-USD, keterbukaan perdagangan, dan variabel dummy berupa kejadian luar biasa selama tahun 1990-2023. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis data kuantitatif, dengan menggunakan Path Analysis (Analisis Jalur) dengan bantuan Smart PLS. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel daya tarik wisata dan dummy kejadian besar berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah wisatawan mancanegara pariwisata secara langsung, yang kemudian berperan sebagai mediasi terhadap devisa pariwisata. Sebaliknya, variabel kurs IDR-USD dan keterbukaan perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap wisatawan mancanegara secara langsung. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara dan daya tarik wisata berpengaruh signifikan terhadap devisa pariwisata secara langsung, Sedangkan kurs IDR-USD dan keterbukaan perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa pariwisata baik secara langsung maupun tidak langsung. Demikian dummy kejadian besar tidak berpengaruh secara langsung terhadap cadangan devisa pariwisata, namun memiliki pengaruh tidak langsung melalui penurunan jumlah wisatawan mancanegara. studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur pariwisata dan ekonomi khususnya dalam konteks cadangan devisa sektor pariwisata di Indonesia
Copyrights © 2025