Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kesehatan mental mahasiswa rantau pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-korelasional dengan instrumen kuesioner yang diisi oleh 30 responden. Dukungan keluarga diukur melalui tiga aspek, yaitu dukungan emosional, informatif, dan instrumental. Sementara itu, kesehatan mental dianalisis berdasarkan indikator ketenangan, stres, kecemasan, kemampuan adaptasi, dan kepuasan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional merupakan bentuk dukungan yang paling dominan diberikan oleh keluarga dan memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan emosi mahasiswa. Meskipun sebagian mahasiswa mengalami tekanan psikologis seperti kecemasan dan kesepian, kehadiran dukungan keluarga secara konsisten, terutama melalui komunikasi, membantu mereka tetap bertahan secara mental di perantauan.
Copyrights © 2025