Penerapan Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga miskin. Program ini menggantikan bantuan pangan tunai menjadi sistem non-tunai yang lebih efisien. Dengan bantuan sebesar Rp110.000 per bulan yang ditransfer melalui ATM atau Kartu Keluarga Sejahtera, BPNT diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan bergizi dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin. Penelitian ini menggunakan metode literatur review untuk mengevaluasi dampak BPNT terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa meskipun BPNT telah berhasil meningkatkan akses pangan, masih terdapat tantangan dalam implementasi, seperti ketidakketepatan sasaran dan masalah administrasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan agar BPNT lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Copyrights © 2025