Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan interactive planning dalam program pemberdayaan masyarakat sebagai upaya strategis untuk mempercepat pencapaian status desa mandiri di Kabupaten Sidoarjo. Fokus utama penelitian adalah bagaimana masyarakat terlibat secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan tujuan (ends planning), strategi pelaksanaan (means planning), hingga pengelolaan sumber daya (resource planning). Penelitian dilakukan di Desa Tulangan yang menjadi representasi desa maju yang belum mencapai status mandiri, meskipun telah menerima berbagai program dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi interactive planning masih menghadapi tantangan berupa lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, rendahnya kapasitas kelembagaan desa, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Namun demikian, pendekatan ini memberikan potensi signifikan dalam menciptakan perencanaan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi perencanaan di tingkat desa, penguatan sinergi antar lembaga, serta pelibatan masyarakat secara menyeluruh sebagai strategi kunci dalam mewujudkan desa mandiri yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025