Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesejahteraan sosial penghuni rumah tidak layak huni di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, dengan fokus pada pendapatan, pengeluaran, pendidikan, kondisi tempat tinggal, fasilitas rumah, dan status kepemilikan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendapatan harian penghuni bervariasi antara Rp 40.000 hingga Rp 200.000, hal ini masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti gizi dan pendidikan anak. Pengeluaran utama penghuni meliputi biaya listrik, pendidikan anak, dan biaya kesehatan, yang seringkali tidak dapat ditutupi oleh pendapatan mereka, sehingga mereka terpaksa meminjam uang dari keluarga atau tetangga. Pendidikan dianggap sebagai prioritas meskipun terkendala biaya. Kondisi tempat tinggal masih jauh dari layak dan banyak penghuni berharap mendapatkan bantuan pemerintah untuk perbaikan. Meskipun fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih telah tersedia, kesejahteraan sosial penghuni rumah tidak layak huni masih memerlukan perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Copyrights © 2025