Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer keagamaan terhadap perubahan gaya hidup religius Generasi Z dalam konteks media sosial digital, serta bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an digunakan sebagai kerangka reflektif dalam menilai konten dakwah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teknik wawancara mendalam terhadap lima informan, penelitian ini menemukan bahwa konten dakwah yang disampaikan secara komunikatif, santun, dan emosional mampu memengaruhi perilaku ibadah, ekspresi identitas keislaman digital, serta motivasi spiritual Gen Z. Temuan juga menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki sikap selektif terhadap otoritas keagamaan digital dengan menggunakan prinsip-prinsip Qur’ani seperti hikmah (Q.S. An-Nahl: 125), ilmu (Q.S. Az-Zumar: 9), tabayyun (Q.S. Al-Hujurat: 6), dan uswah hasanah (Q.S. Al-Ahzab: 21). Penelitian ini menegaskan bahwa ruang digital bukan hanya media dakwah, tetapi juga arena tafsir sosial, di mana Generasi Z secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam gaya hidup religius mereka. Hasil ini merekomendasikan pentingnya dakwah digital yang tidak hanya efektif secara komunikasi, tetapi juga otentik secara moral dan sahih secara substansi keislaman.
Copyrights © 2025