Penelitian ini berfokus pada menganalisis pengalaman dan strategi yang diterapkan oleh wisatawan Muslim dalam memenuhi kebutuhan makanan halal saat mereka berada di Vietnam, sebuah negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim dan memiliki infrastruktur halal yang masih terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan wisatawan Muslim dari Indonesia yang pernah mengunjungi Vietnam, serta pendapat dari para pemimpin agama atau ulama. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa para wisatawan menghadapi berbagai tantangan besar, seperti sedikitnya restoran yang memiliki sertifikasi halal, tidak adanya penanda halal yang jelas pada produk makanan, serta masalah dalam komunikasi bahasa. Untuk mengatasi berbagai tantangan ini, wisatawan mengembangkan beberapa strategi adaptif, seperti membawa makanan dari negara asal, memilih makanan vegetarian atau seafood, serta memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi pencarian restoran halal dan platform media sosial. Dukungan dari komunitas Muslim setempat juga berperan sebagai sumber informasi yang signifikan. Studi ini menganjurkan perlunya meningkatkan infrastruktur pariwisata halal di Vietnam melalui pelatihan bagi pelaku industri, sistem sertifikasi halal, dan penyediaan informasi halal yang akurat serta mudah diakses untuk meningkatkan daya saing Vietnam sebagai destinasi wisata halal di tingkat global.
Copyrights © 2025