Rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar alat optik serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun teori diajarkan di kelas, banyak siswa merasa kesulitan untuk mengaitkan pengetahuan tersebut dengan penggunaan nyata dalam kehidupan mereka. Hal ini diperparah oleh penggunaan metode pengajaran yang kurang memanfaatkan teknologi atau pendekatan kontekstual yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam untuk menganalisis persepsi siswa terhadap pembelajaran alat optik di SMPN 2 Pasawahan Purwakarta dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tiga informan siswa dipilih secara purposive untuk menggali pemahaman dan pandangan mereka tentang materi alat optik, serta kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran dan relevansi materi dengan kehidupan mereka. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul, dengan tujuan untuk memberikan wawasan dalam perbaikan metode pengajaran yang lebih kontekstual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep-konsep alat optik di SMP masih terbatas, terutama dalam mengaitkan teori dengan aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Siswa sering menganggap materi alat optik, seperti pembiasan, pemantulan, dan pembesaran lensa, sebagai konsep abstrak yang tidak relevan dengan teknologi yang mereka gunakan, seperti kamera ponsel dan kacamata. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pembelajaran teoritis dan pengalaman praktis siswa, yang dapat diatasi melalui pendekatan berbasis eksperimen dan penggunaan media visual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025