The aim of this research is to determine the teaching factory (TEFA) learning process in industrial technology-based Vocational High Schools (SMK), which includes: 1) Learning planning, 2) learning implementation process, and 3) Learning outcomes. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection methods used include direct observation at schools, in-depth interviews and documentation. The data analysis technique used in this research is Miles Huberman (1992) which includes: data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results found in the research show that: 1) planning has been implemented well, this can be seen through analysis of the previous TEFA learning process, 2) implementation has been good, this is proven by the availability of competent human resources, good cooperation with DUDI, but the facilities and infrastructure are still inadequate; 3) The results of the implementation are good, this is proven by the products created in productive subject learning at the school. So it can be concluded that TEFA learning in vocational schools should be improved and made a priority by schools because vocational school graduates have superior skills according to their field of study in order to enter the industrial world.ABSTRAKAdapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran teaching factory (TEFA) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis teknologi industri, yang meliputi: 1) Perencanaan dalam pembelajaran, 2) proses pelaksanaan pembelajaran, dan 3) Hasil pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan diantaranya observasi secara langsung ke sekolah, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles Huberman (1992) yang meliputi: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan telah terlaksana dengan baik, hal ini dilihat melalui analisis proses pembelajaran TEFA sebelumnya, 2) pelaksanaan penerapan sudah baik, hal ini dibuktikan dengan tersedianya SDM yang kompeten, adanya kerjasama yang baik dengan DUDI, namun untuk sarana dan prasarana masih kurang memadai; 3) Hasil penerapan baik, hal ini dibuktikan dengan adanya produk yang dibuat dalam pembelajaran mata pelajaran produktif di sekolah tersebut. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran TEFA di SMK seharusnya ditingkatkan dan dijadikan sebagai prioritas oleh sekolah karena lulusan SMK mempunyai keterampilan yang unggul sesuai dengan bidang yang tekuni guna memasuki dunia industri.
Copyrights © 2025