Penelitian ini menelaah sejauh mana penggunaan ChatGPT dan pengaruh konformitas teman sebaya berdampak pada kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam konteks pembelajaran ekonomi. Melalui pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 500 responden di Surabaya menggunakan instrumen survei yang mengukur intensitas interaksi dengan ChatGPT, tingkat konformitas sosial, serta kemampuan berpikir kritis. Analisis dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SmartPLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua variabel independen memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan pola pikir kritis, dengan pengaruh teknologi berbasis kecerdasan buatan menunjukkan dominasi positif yang lebih kuat dibanding faktor sosial. Studi ini mengisi celah literatur pada ranah interseksi antara teknologi AI dan dinamika sosial dalam pendidikan ekonomi tingkat sekolah menengah, yang sebelumnya belum banyak diteliti secara empiris. Secara teoritis, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai peran AI sebagai katalis kognitif dalam model pembelajaran modern, sedangkan secara praktis, temuan ini mendorong pemanfaatan ChatGPT secara strategis dan reflektif sebagai alat bantu belajar yang mendukung kemandirian intelektual siswa.
Copyrights © 2025