Kota Makassar saat ini dihadapkan pada berbagai masalah sosial yang serius, mulai dari tindak kriminal hingga perundungan, yang berdampak buruk pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Sikap altruisme atau kepedulian terhadap sesama sering kali terhambat oleh berbagai faktor, seperti banyaknya orang disekitar, ketergantungan pada orang lain, dan juga persepsi terhadap gender. Minimnya kesadaran masyarakat untuk bertindak ketika melihat orang lain dalam kesulitan merupakan masalah yang perlu diatasi, karena sikap acuh tak acuh dapat memperparah situasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku altruisme dengan bystander effect pada masyarakat Kota Makassar. Altruisme didefinisikan sebagai tindakan menolong tanpa mengharapkan imbalan, sedangkan bystander effect mengacu pada kecenderungan seseorang untuk tidak membantu dalam situasi darurat karena adanya orang lain yang juga menyaksikan. Penelitian ini melibatkan 499 responden dengan menggunakan Self Report Altruism Scale (SRA) dengan reliabilitas 0.944 dan skala konstruksi bystander effect yang disusun berdasarkan teori Garcia, dkk (2002) dengan reliabilitas 0.627. Hasil analisis menunjukkan signifikansi (0.000) serta adanya hubungan pada kategori sedang ke arah negatif dengan nilai r= -0.486. Artinya, semakin banyak orang yang menyaksikan suatu kejadian darurat, semakin kecil kemungkinan sesorang untuk membantu.
Copyrights © 2025