Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata Pelajaran IPA. Keterampilan ini harus dikembangkan karena merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan di Abad 21. Siswa dengan kemampuan berpikir kreati akan dapat memecahkan maslah secara kreatif sehingga dapat menghadapi tantangan di Abad 21. Penelitian ini adalah Pra-Eksperimental menggunakan desain satu kelompok pre-test post-test yang melibatkan 60 siswa kelas VIII dari 3 kelas di SMP Negeri 1 Blega Kabupaten Bangkalan Madura, Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian keterampilan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah proses pembelajaran dengan Model GO_KAR. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan statistic Paired Sample T-test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan berpikir kreatif siswa berkembang pada setiap indikator dengan rerata skor tertinggi adalah fluency 3,50 dan terendah adalah indikator elaboration 2,53. Secara klasikal rerata ketuntasan indikator tertinggi diperoleh indikator fluency yaitu 86% dengan n-gain 0,45 (sedang) dan terendah pada indikator elaboration dengan nilai 53% dengan n-gain 0,42 (sedang). (2) Prosentase siswa yang mempunyai Tingkat Keterampilan Berpikir Kreatif rata-rata juga meningkat 85% dengan n-gain 0,84 (tinggi). Keterampilan berpikir terperinci (elaboration) masih memerlukan pelatihan meskipun mempunyai peningkatan sedang namun belum tuntas secara klasikal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model GO_KAR terbukti efektif dalam mengebangkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP pada mata pelajaran IPA.
Copyrights © 2025