Perubahan iklim yang terjadi secara global telah memicu berbagai bentuk anomali cuaca yang tidak hanya mengganggu kestabilan ekosistem, tetapi juga berdampak negatif secara langsung terhadap sektor pertanian. Salah satu dampak yang paling nyata adalah meningkatnya intensitas serangan organisme pengganggu tanaman, terutama hama seperti Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens), yang dikenal sebagai salah satu hama utama pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara lebih mendalam hubungan antara fenomena anomali iklim, khususnya kejadian El Niño dan La Niña, dengan tingkat serangan wereng batang coklat di wilayah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pemanfaatan data sekunder, termasuk data iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta data serangan hama dari Dinas Pertanian setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya pergeseran pola iklim yang ekstrem secara signifikan memengaruhi dinamika populasi WBC di lapangan. Periode terjadinya El Niño maupun La Niña berkorelasi dengan lonjakan populasi wereng dan peningkatan intensitas serangan. Temuan ini memberikan pemahaman yang krusial bagi para pemangku kepentingan dalam sektor pertanian untuk merancang strategi pengendalian hama yang lebih adaptif serta menyusun kebijakan mitigasi risiko yang berbasis pada prediksi iklim, guna menjaga keberlanjutan produksi padi di tengah tantangan perubahan iklim.
Copyrights © 2025