Artikel ini membahas relevansi kritik Ellen Meiksins Wood terhadap kapitalisme dalam konteks ekonomi Islam, dengan fokus pada isu ketidakadilan global dan keberlanjutan. Pemikiran Wood, yang menekankan sifat eksploitatif kapitalisme dan dampaknya terhadap demokrasi ekonomi, dikaji untuk memahami akar permasalahan ketimpangan global. Dalam ekonomi Islam, prinsip keadilan sosial, keberlanjutan, dan distribusi kekayaan menjadi tawaran solutif untuk tantangan kapitalisme modern. Artikel ini menganalisis bagaimana pendekatan Islam dapat merealisasikan model ekonomi yang lebih inklusif dan etis, sekaligus memperkuat keberlanjutan melalui instrumen seperti zakat, wakaf, dan qard al-hasan. Melalui metodologi kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menunjukkan bahwa integrasi antara kritik Wood dan kerangka ekonomi Islam dapat menjadi landasan untuk merancang sistem ekonomi alternatif yang menanggulangi ketidakadilan global. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan wacana keberlanjutan dalam ekonomi Islam
Copyrights © 2025