Laboratorium Jaringan Komputer Bunda Mulia telah terimplementasi sebuah network environment di mana pengguna bisa saling mengirim email, mengunduh dan mengunggah file, serta mengakses web. Namun, laboratorium tersebut belum memiliki manajemen bandwidth, sehingga kecepatan jaringan tidak stabil dan jitter yang tinggi mengakibatkan Quality of Service (QoS) jaringan tidak cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode burst dan token bucket dalam meningkatkan QoS jaringan laboratorium dengan menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC) yang mencakup analisis, desain, simulation prototyping, implementasi, monitoring, dan manajemen. Pada tahap monitoring, pengujian parameter QoS seperti throughput, packet loss, delay, dan jitter dilakukan secara terstruktur melalui pencatatan log, pengolahan data, hingga visualisasi hasil untuk memastikan validitas dan reliabilitas data. Pengujian dilakukan dalam tiga kondisi, yaitu high traffic, mixed traffic dan low traffic. Hasil pengujian menggunakan metode Burst dan Token Bucket, namun metode burst lebih unggul di aktivitas pengiriman file dengan rata-rata peningkatan hingga 42,91%, sementara Token Bucket pada pengiriman email dan pengaksesan web dengan rata-rata peningkatan sebesar 46,04%. Kesimpulannya, metode burst direkomendasikan untuk trafik berat, sementara token bucket lebih cocok untuk trafik ringan hingga sedang, dan penelitian lanjutan disarankan untuk mengimplementasikan metode ini dalam skenario jaringan nyata guna mendapatkan hasil yang lebih aplikatif
Copyrights © 2025