Film pendek merupakan media yang efektif dalam menyampaikan pesan karena berfokus pada satu ide utama. Namun, penggunaan orientasi vertikal dalam film masih sering dianggap kurang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas orientasi pengambilan gambar vertikal dalam film pendek “Antihoax” sebagai media penyampaian pesan. Metode penelitian yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang terdiri dari enam tahap: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berbasis skala Likert kepada 100 responden untuk mengukur tingkat pemahaman pesan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film pendek “Antihoax” memperoleh skor rata-rata 88,6% dalam kategori “sangat baik,” yang mengindikasikan bahwa penyampaian pesan tetap efektif meskipun menggunakan orientasi vertikal. Hal ini membuktikan bahwa film vertikal dapat menjadi alternatif yang layak dalam produksi film pendek serta menantang anggapan bahwa video vertikal bersifat amatir atau kurang bermakna.
Copyrights © 2025