Pendidikan merupakan proses penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas individu. Namun, pelaksanaan ujian sekolah secara manual masih menghadapi kendala seperti efisiensi waktu dan potensi kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Linear Congruential Generator (LCG) pada aplikasi simulasi ujian sekolah berbasis web di SMK Negeri 1 Ponorogo. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall, yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, serta pemeliharaan. Permasalahan utama yang diangkat adalah kurangnya sistem otomatisasi dalam penyusunan dan pengacakan soal ujian. LCG dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan angka acak secara merata dan terprediksi. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keacakan soal yang tinggi, dengan hanya 33 dari 690 soal yang sama dari total 23 siswa, atau sekitar 4,78%, sehingga tingkat keunikan soal mencapai 95,22%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LCG dapat mengurangi potensi kecurangan, menjaga kerahasiaan soal, dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan ujian. Sistem ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala pendidikan yang lebih luas.
Copyrights © 2025