Perkembangan teknologi kecerdasan buatan semakin mempengaruhi berbagai aspek akademik, termasuk dalam proses pencarian referensi untuk penyusunan tugas akhir. Salah satu Artificial Intelligence (AI) yang saat ini banyak digunakan oleh mahasiswa adalah ChatGPT, yang menawarkan akses cepat terhadap berbagai informasi. Namun, meningkatnya intensitas penggunaan ChatGPT memunculkan potensi ketergantungan serta menurunnya kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Sriwijaya dalam menyusun tugas akhir, serta mengidentifikasi potensi ketergantungan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Behavioral Analytics. Data diperoleh melalui kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan terbuka, lalu dianalisis secara statistik deskriptif untuk mengidentifikasi pola penggunaan, persepsi, serta kecenderungan ketergantungan mahasiswa terhadap ChatGPT. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa terbantu oleh ChatGPT dalam menemukan referensi, menjabarkan ide, dan mempercepat penulisan. Sebanyak 45,1% responden lebih memilih ChatGPT daripada mencari referensi mandiri, dan 56,9% menyatakan kesulitan menyelesaikan tugas akhir tanpa ChatGPT. Meskipun demikian, terdapat kesadaran di kalangan mahasiswa untuk tetap melakukan verifikasi dan menjaga orisinalitas akademik.
Copyrights © 2025