Penelitian ini mengevaluasi penerapan gamifikasi dalam pembelajaran sejarah bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM melalui simulasi peran multiperspektif, Augmented Reality (AR), dan mekanisme refleksi etis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam empati historis dan kemampuan analisis sumber, dengan mahasiswa mampu memahami sejarah sebagai konstruksi dinamis yang dipengaruhi kepentingan manusia. Integrasi AR berhasil menjembatani akses ke situs bersejarah bagi mahasiswa dari daerah terpencil, meski terkendala keterbatasan infrastruktur teknologi. Tantangan utama meliputi risiko penyederhanaan narasi sejarah menjadi permainan kompetitif, kesenjangan teknologi, serta resistensi terhadap metode penilaian non-tradisional. Studi ini merekomendasikan desain gamifikasi kontekstual yang memadukan kearifan lokal, pelatihan guru berbasis literasi digital-etis, dan sistem evaluasi holistik. Simpulannya, gamifikasi berpotensi menjadi alat transformatif jika diimbangi dengan pendekatan pedagogi kritis yang menjaga integritas kompleksitas sejarah, menjadikan teknologi sebagai sarana dialog, bukan reduksi masa lalu.
Copyrights © 2025