Bell crank merupakan komponen penting dalam sistem suspensi kendaraan listrik yang berperan dalam mengubah arah dan distribusi gaya dari roda ke sistem redaman. Kekuatan struktural dan pemilihan material menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja dan keandalan komponen ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan material paling optimal yang digunakan pada komponen bell crank kendaraan listrik berdasarkan analisis kekuatan struktur. Metode yang digunakan adalah simulasi statik dengan pendekatan Finite Element Analysis (FEA) menggunakan pembebanan sebesar 10.000 N pada bagian moving pivot, serta fixed geometry pada bagian fixed pivot. Tiga variasi material dibandingkan, yaitu Magnesium AZ91D, AISI 1045, dan Aluminium 2024-T3. Parameter evaluasi meliputi tegangan von mises, displacement maksimum, dan nilai safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketiga material memiliki nilai tegangan von mises serupa di kisaran 83 MPa, yang masih berada di bawah batas luluh masing-masing material. AISI 1045 menunjukkan performa terbaik dengan displacement terkecil (0,004 mm) dan safety factor tertinggi (5,396), sehingga dinilai paling optimal untuk aplikasi bell crank. Penelitian ini menyarankan pengembangan lanjutan berupa analisis kondisi dinamis dan pembebanan berulang, serta validasi eksperimental untuk meningkatkan akurasi hasil. Selain itu, analisis efisiensi bobot melalui pendekatan specific strength serta penerapan fitur optimasi desain pada perangkat lunak CAD/CAE diusulkan guna mendukung perancangan komponen yang lebih ringan dan tetap kuat. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan desain struktural kendaraan listrik yang efisien dan andal.
Copyrights © 2025