Pencemaran air oleh pewarna tekstil seperti metilen biru (MB) merupakan permasalahan lingkungan yang serius dan membutuhkan teknologi pengolahan limbah yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi zeolit teraktivasi dan arang aktif dengan perbandingan 1:1 dalam mengadsorpsi MB dari larutan air limbah. Pengaruh parameter operasional seperti waktu kontak dan konsentrasi awal MB terhadap kapasitas adsorpsi dianalisis secara eksperimental dengan massa adsorben total 1 g serta pH dan suhu yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Data hasil adsorpsi kemudian dimodelkan menggunakan kinetika pseudo-first order (PFO), pseudo-second-order (PSO), intraparticle diffusion (IPD) dan model isoterm Langmuir, Freundlich, serta Temkin dengan pendekatan non-linear. Hasil menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi meningkat signifikan pada 10 menit pertama dan mencapai kesetimbangan pada 120 menit. Kapasitas adsorpsi juga meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi MB (qemax= 13,9183 mg/g) . Evaluasi model kinetika mengungkapkan bahwa model PSO paling sesuai (R2= 0,9998 dan SSE= 0,0045), menunjukkan mekanisme adsorpsi yang didominasi oleh interaksi kimia. Sedangkan model isotherm Freundlich paling cocok (R2=0,9639, dan SSE= 5,5166) untuk menggambarkan adsorpsi pada permukaan heterogen. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa kombinasi zeolit teraktivasi dan arang aktif merupakan adsorben yang efektif dan ekonomis untuk pengolahan limbah tekstil, sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2025