Abstract This community service program aims to examine sharia-based business governance among MSME actors in the Baduy Indigenous Community. Using a participatory and descriptive qualitative approach, the activities involved field observation, FGD, educational workshops, and technical assistance. Findings show that sharia principles—such as honesty, fairness, and prohibition of usury—are reflected in traditional business practices, although not formally recognized as such. Contextual education and the development of a sharia-local values-based business model successfully enhanced awareness and skills among MSME actors. The program indicates that strengthening sharia economics can align with preserving local cultural values, offering opportunities for integrating Islamic economic systems sustainably within indigenous communities. Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji tata kelola usaha berbasis syariah di kalangan pelaku UMKM Komunitas Adat Baduy. Melalui pendekatan partisipatif dan kualitatif deskriptif, kegiatan ini melibatkan observasi lapangan, FGD, workshop edukatif, dan pendampingan teknis. Hasil menunjukkan bahwa prinsip syariah seperti kejujuran, keadilan, dan larangan riba telah tercermin dalam praktik usaha masyarakat, meskipun belum diformalkan secara terminologis. Edukasi kontekstual dan pembentukan model usaha berbasis nilai adat dan syariah berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan pelaku UMKM. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi syariah dapat selaras dengan pelestarian nilai budaya lokal, serta membuka peluang bagi integrasi sistem ekonomi Islam ke dalam komunitas adat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025