Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi revitalisasi sastra Bali tradisional dalam konteks pendidikan bahasa dan sastra religi. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi bagaimana teks-teks klasik seperti geguritan, kakawin, satua, dan lontar dapat diintegrasikan kembali ke dalam praktik pendidikan kontemporer untuk melestarikan identitas budaya sekaligus mendukung pendidikan spiritual dan moral. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui telaah pustaka, wawancara dengan pendidik, dan analisis isi teks-teks Bali tradisional terpilih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sastra Bali tradisional mengandung nilai-nilai moral, agama, dan pedagogis yang kuat yang relevan dengan tujuan pendidikan saat ini, khususnya dalam menumbuhkan karakter, kesadaran spiritual, dan kearifan lokal di kalangan siswa. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan dalam aksesibilitas, pemahaman bahasa, dan metode pengajaran modern. Oleh karena itu, upaya revitalisasi harus mencakup integrasi kurikulum, digitalisasi teks, dan model pembelajaran yang inovatif. Kesimpulannya menunjukkan bahwa sastra Bali tradisional, jika direvitalisasi dengan benar, memiliki potensi besar sebagai alat yang bermakna dan efektif untuk pendidikan karakter dalam konteks agama dan budaya.
Copyrights © 2025