Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan secara generatif melalui biji, atau secara vegetatif melalui bagian tanaman. Namun, banyak tanaman yang sulit diperbanyak secara generatif, sehingga populasinya terus berkurang. Subkultur menjadi salah satu cara perbanyakan tanaman dalam kultur jaringan dengan pemindahan planlet yang masih sangat kecil (planlet muda) dari medium lama ke medium baru secara aseptic. Bawang merah (Allium cepa L.) salah satu zat pengatur tumbuh alternatif yang di tambahkan pada media tanam kultur jaringan pisang barangan (Musa acuminata L.) yang dapat memberikan pertumbuhan dan morfogenesis yang lebih baik bagi planlet tanaman. Tujuan penelitian untuk mengkaji pertumbuhan pisang barangan dengan pemberian larutan bawang merah dan konsentrasi yang baik pada pertumbuhan pisang barangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang di peroleh dari hasil penelitian ini menggunakan uji anava. Hasil uji F pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian larutan bawang merah pada pisang barangan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar umur 28 dan 84 hari setalah tanam (HST). Pemberian larutan bawang merah memberikan pengaruh nyata pada jumlah akar pada konsentrasi BP4 (MS + larutan bawang merah (5 ml/l).
Copyrights © 2025