Penelitian ini bertujuan melakukan pendugaan atau perkiraan tentang kuantitas produksi bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Produk holtikultura tersebut bernilai ekonomis tinggi yang sejalan pada jumlah permintaan konsumen cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Kaidah pengkajian memanfaatkan data sekunder deret waktu yang diimplementasikan dengan beragam variasi metode peramalan yaitu MA, WMA, SES dan DES. Hasil peramalan yang paling adaptif akan dibandingkan pada tingkat akurasi nilai-nilai MAD, MSE dan MAPE untuk memproyeksikan dugaan estimasi di periode yang akan datang. Berdasarkan bukti empiris tersebut ditemukan bahwa penerapam metode DES pada α =0,4 terbaik karena mampu membuktikan tingkat kesalahannya terkecil. Nilai-nilai tersebut antara lain MAD = 10.938,40, MSE = 148.101.915,75 dan MAPE = 7,44%. Hal ini didukung pada metode DES mampu menyesuaikan pada pola data yang mengandung unsur tren.
Copyrights © 2025