Pendahuluan: Anak-anak sebagai makhluk sosial memiliki hak asasi yang seringkali terabaikan, terutama dalam perlindungan dari kekerasan dan kejahatan. Faktor penyebab utamanya meliputi stigma sosial terhadap kehamilan di luar nikah, masalah kesehatan mental seperti depresi pasca-melahirkan, dan tekanan sosial untuk menghindari aib keluarga. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengungkap gambaran korban kematian pada bayi di Kota Solo karena minimnya informasi dan penelitian terkait topik tersebut. Metode: Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif sekunder dengan menggunakan data sekunder. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Moewardi dengan menggunakan data sekunder Visum et Repertum pada tahun 2018 – 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Data kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan berbentuk naratif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total 32 kasus dalam rentang waktu lima tahun. Penyebab kematian pada bayi terbanyak disebabkan oleh luka yang mengakibatkan asfiksia pada korban hingga berujung pada kematian. Kesimpulan: Berdasarkan Visum et Repertum RSUD dr. Moewardi tahun 2018–2023, kasus kematian bayi terbanyak terjadi pada tahun 2021 dengan mayoritas korban berjenis kelamin laki- laki dan kelompok usia infant (3–12 bulan). Kasus lahir hidup mendominasi, diikuti oleh kasus tanpa luka terlihat, tanpa perawatan, serta penyebab kematian yang sebagian besar tergolong undetermined.
Copyrights © 2025