Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Relationship Of The Existence Of Visum Et Repertum With Duration Of The Investigation Process (A Case Study Of Persecution At The Surakarta Residency District Court In The 2018 – 2020 Period) Suwandono, Adji; Salsabila, Nahriyati Safira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3588

Abstract

Berdasarkan Hukum Acara Pidana (KUHAP), setiap orang yang melakukan tindak pidana akan melalui tahapan hukum acara pidana. Proses penyidikan menjadi penting dalam menindaklanjuti suatu perkara, sebagai upaya pencarian dan pengumpulan bukti untuk memperjelas suatu tindak pidana. Dalam mengungkap kasus penganiayaan, diperlukan bukti yang dapat menggambarkan kondisi fisik atau tubuh manusia berupa Visum et Repertum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara keberadaan Visum et Repertum dengan lamanya proses penyidikan tindak pidana penganiayaan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara total sampling dari seluruh populasi yaitu lembar putusan perkara penganiayaan di Pengadilan Negeri Karesidenan Surakarta periode 2018 – 2020. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keberadaan Visum et Repertum sedangkan lamanya proses penyidikan sebagai variabel terikat. Data dianalisis menggunakan Uji Spearman. Hasil analisis data diperoleh kualitas hubungan yang sangat lemah antara keberadaan Visum et Repertum dengan lamanya proses penyidikan dalam kasus penganiayaan. Kesimpulannya, tidak ada hubungan yang signifikan antara keberadaan Visum et Repertum dengan lamanya proses penyidikan dalam kasus penganiayaan.
TYPES OF FATAL TRAUMA EXAMINED IN THE FORENSIC DEPARTMENT OF DR. MOEWARDI HOSPITAL Suwandono, Adji; Atmoko, Wahyu Dwi
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2252

Abstract

Trauma means violence against living tissue which can have physical or psychological effects, where trauma is the third largest cause of death and disability worldwide. Trauma can be classifed into sharp trauma and blunt trauma. This study aims to describe the types of trauma that cause death and the sosciodemographic characteristics of trauma victims at the Forensix Department of Dr. Moewardi Hospital in 2017-2021. This study uses a descriptive observational method. The data comes from the Visum et Repertum file in the Forensic Department of Dr. Moewardi Hospital in 2017-2021. The research sample totaled 193 cases using the total sampling technique. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of the study were the most common type of trauma causing death was blunt trauma with a percentage of 88.6%, the most common sex was male at 81.35%, the most common age level was found in adults (26-65 years) at 57%, the type of forensic examination the most frequently carried out were external examinations of 77.72%, and most of the crime scenes occurred outdoors at 91.2%. The type of trauma that causes the most deaths in the Forensic Department of Dr. Moewardi Hospitl in 2017-2021 was blunt trauma, with the most cases being male, the most ages at the adult, the most types of forensic examinations external examinations, and the most crime scenes outside buildings.
TINGKAT EFEKTIVITAS DETEKSI MANDIRI HIPERTENSI OLEH KOMUNITAS DI PUSKESMAS GAJAHAN Myrtha, Risalina; Ardyanto, Tonang Dwi; Prabowo, Nurhasan Agung; Apriningsih , Hendrastutik; Dyanneza, Frieska; Kuncorowati, Niken Dyah Aryani; Nugroho, Novianto Adi; Suwandono, Adji; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Shofiyah, Laily
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2323

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan peran komunitas dalam kemandirian kesehatan melalui deteksi mandiri hipertensi dan kelainan irama jantung di Puskesmas Gajahan. Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan fibrilasi atrium, memerlukan intervensi berbasis komunitas yang efektif untuk mengurangi beban penyakit ini. Metode pengabdian ini melibatkan pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Gajahan dengan melakukan edukasi dan pelatihan kepada kader puskesmas Gajahan mengenai cara deteksi mandiri hipertensi dan kelainan irama jantung. Pelatihan ini mencakup cara pengukuran tekanan darah mandiri dan cara deteksi mandiri kelainan irama jantung dengan cara meraba nadi sendiri (MENARI), serta edukasi mengenai faktor risiko dan tanda-tanda kedua penyakit ini. Hasil dari implementasi pelatihan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendeteksi dini hipertensi dan kelainan irama jantung. Partisipan yang mengikuti pelatihan mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan deteksi kelainan irama jantung secara mandiri dengan benar. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular. Kesimpulannya, penguatan peran komunitas melalui edukasi dan pelatihan deteksi mandiri terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gajahan.
Profil Kasus Kematian Tidak Wajar yang Diperiksa Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2023 Suwandono, Adji; Salsabilla, Nurani Almira; Nugroho, Novianto Adi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.185

Abstract

Kematian tidak wajar merupakan kematian yang disebabkan keracunan, kecelakaan, bunuh diri, maupun pembunuhan. Kasus kematian tidak wajar membutuhkan pemeriksaan forensic untuk mengetahui penyebab kematian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan profil kasus kematian tidak wajar yang diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dari surat visum et repertum kasus kematian tidak wajar di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023. Jumlah keseluruhan kasus kematian tidak wajar yang diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023 adalah 110 kasus dengan regio trauma terbanyak adalah kepala (53), penyebab kematian terbanyak tidak dapat ditentukan (54), mekanisme kematian terbanyak tidak diketahui (65), dan perkiraan waktu kematian terbanyak adalah belum ada pembusukan (77). Pada kasus kematian tidak wajar di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023, regio trauma terbanyak adalah kepala. Penyebab kematian terbanyak tidak dapat ditentukan mekanisme kematian terbanyak tidak diketahui, dan perkiraan waktu kematian terbanyak adalah belum ada pembusukan. Kesimpulannya, meskipun banyak kasus kematian tidak wajar yang penyebabnya tidak dapat ditentukan, hasil penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pola umum dan karakteristik kasus kematian tidak wajar di Surakarta. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya peningkatan kualitas pemeriksaan forensik dan pencegahan kematian tidak wajar di masa mendatang.
Role of Gamma-Glutamyl Transferase, High Sensitivity C Reactive Protein and Apolipoprotein B as A Marker of Disease Severity in Psoriasis Shofiyah, Laily; Ardyanto, Tonang Dwi; Prabowo, Nurhasan Agung; Aprilningsih, Hendrastutik; Myrtha, Risalina; Kuncorowati, Niken Dyah Aryani; Suwandono, Adji; Nugroho, Novianto Adi; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Dyanneza, Frieska
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.285

Abstract

Psoriasis can develop into systemic psoriasis, which primarily affects the liver, bile ducts, and cardiovascular system. Assessing the severity of psoriasis was crucial for determining treatment and cardiovascular disease risk. The aim of this study was to determine the role of Gamma-Glutamyl Transferase (GGT), High Sensitivity C-Reactive Protein (HS-CRP), and apolipoprotein B (APO B) in assessing the severity of psoriasis. Methods: This study was a cross-sectional, observational analytic study. A total of 33 psoriasis patients were tested for GGT, HS-CRP, APO B levels, and the Psoriasis Area and Severity Index (PASI) score. Results: The average GGT level was 70.75±56.47 u/L, the average HS-CRP level was 0.91±1.03 mg/L, the average APO B level was 110.09±26.47 mg/dL, and the average PASI score was 11.70±4.54. 12.1% of patients had mild psoriasis, 51.5% had moderate psoriasis, and 36.4% had severe psoriasis. There was a positive and strong correlation between GGT and PASI score, HS-CRP and PASI score, and APO B and PASI score. The multivariate correlation between GGT, HS-CRP, and APO B with PASI score had a value of R = 0.874, F = 31.145, p = <0.001. Conclusion: The multivariate correlation between GGT, HS-CRP, and APO B with PASI scores shows a positive and strong correlation, thus it useful for assessing the severity of psoriasis and evaluating the likelihood of cardiovascular disease.
Profil Kasus Kematian Tidak Wajar yang Diperiksa Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2023 Suwandono, Adji; Salsabilla, Nurani Almira; Nugroho, Novianto Adi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.185

Abstract

Kematian tidak wajar merupakan kematian yang disebabkan keracunan, kecelakaan, bunuh diri, maupun pembunuhan. Kasus kematian tidak wajar membutuhkan pemeriksaan forensic untuk mengetahui penyebab kematian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan profil kasus kematian tidak wajar yang diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dari surat visum et repertum kasus kematian tidak wajar di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023. Jumlah keseluruhan kasus kematian tidak wajar yang diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023 adalah 110 kasus dengan regio trauma terbanyak adalah kepala (53), penyebab kematian terbanyak tidak dapat ditentukan (54), mekanisme kematian terbanyak tidak diketahui (65), dan perkiraan waktu kematian terbanyak adalah belum ada pembusukan (77). Pada kasus kematian tidak wajar di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023, regio trauma terbanyak adalah kepala. Penyebab kematian terbanyak tidak dapat ditentukan mekanisme kematian terbanyak tidak diketahui, dan perkiraan waktu kematian terbanyak adalah belum ada pembusukan. Kesimpulannya, meskipun banyak kasus kematian tidak wajar yang penyebabnya tidak dapat ditentukan, hasil penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pola umum dan karakteristik kasus kematian tidak wajar di Surakarta. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya peningkatan kualitas pemeriksaan forensik dan pencegahan kematian tidak wajar di masa mendatang.
Transplantasi Organ dan Aspek Etikolegal di Indonesia Suwandono, Adji; Tanoyo, Irene
Action Research Literate Vol. 8 No. 9 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i9.610

Abstract

Praktik transplantasi organ di Indonesia menghadapi berbagai tantangan etikolegal yang memerlukan perhatian mendalam, mengingat pentingnya regulasi yang jelas untuk melindungi hak-hak pasien dan donor serta memastikan prosedur yang aman dan etis. enelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis regulasi yang mengatur transplantasi organ, serta meneliti bagaimana hukum dan etika saling berinteraksi dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien serta donor. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis mendalam, artikel ini mengungkapkan bahwa setiap dokter yang terlibat dalam transplantasi organ harus mematuhi Kode Etik Kedokteran Indonesia. Transplantasi juga harus dilihat dari perspektif etika berdasarkan empat prinsip dasar etika biomedis. Pertama, Respect for autonomy menekankan bahwa mendonorkan organ adalah tindakan yang terhormat. Kedua, Non-maleficence menunjukkan bahwa setiap prosedur transplantasi membawa risiko. Ketiga, Beneficence menegaskan pentingnya melakukan kebaikan kepada orang lain, terutama jika tidak membahayakan pemberi kebijakan. Keempat, Justice mengacu pada prinsip keadilan dalam donasi dan transplantasi organ, yang berkaitan dengan alokasi organ, dan menekankan perlakuan yang adil, setara, serta sesuai dengan kebutuhan pasien yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Differences in livor mortis in Wistar rats due to organophosphate induction and normal mortality: A randomized experimental study Nugroho, Novianto Adi; Sena, Muhammad Shokhiful Wafa Arya Wida; Suwandono, Adji
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 2, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss2.art5

Abstract

Background: Pesticide intoxication, a significant global health issue, particularly in developing nations, is often caused by the most toxic pesticides, organophosphates. These substances activate the sympathetic and parasympathetic nervous systems, producing a characteristic livor mortis. It is a secondary sign of death that can be used to estimate the time and cause of death. Objective: This study aims to determine the difference in livor mortis due to organophosphate poisoning and ordinary death (decerebration) using Wistar rats.Methods: From March to April 2023, we conducted an experimental study with a posttest-only control group at the Laboratory of Animal Experiments, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University. We used 32 male Wistar rats weighing 150-200 g, divided into control and test groups. The test group received organophosphate diazinon 1.16 ml through a nasogastric tube, while the control group was decerebrated. The data was processed with univariate analysis and an independent t-test.Results: There was a significant difference in the appearance and the persistence time of livor mortis between the control and test groups (p < 0.05). The color of livor mortis in the control group was purplish blue, while in the test group, it was reddish to blackish blue. Most of our samples displayed a distribution of livor mortis in the abdominal and dorsal regions, with a some displaying an abdominal distribution only.Conclusion: Our study reveals significant differences in the appearance and persistence time, as well as the color and distribution of livor mortis between decerebrated and organophosphate-induced dead rats.
Implementation of an Education and Early Detection Program to Reduce the Risk of Occupational Lung Disease in Furniture Craftsmen in Sambirembe Village Ardyanto, Tonang Dwi; Myrtha, Risalina; Prabowo, Nurhasan Agung; Apriningsih , Hendrastutik; Dyanneza, Frieska; Kuncorowati, Niken Dyah Aryani; Nugroho, Novianto Adi; Suwandono, Adji; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Shofiyah, Laily
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2640

Abstract

Furniture industry workers in Sambirembe Village, Sragen, face significant health risks from exposure to wood dust, particularly an increased risk of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). This research is prompted by the low awareness among workers regarding these risks and the minimal use of personal protective equipment (PPE). The objective of this program was to increase workers' and business owners' knowledge of lung health, promote early detection of COPD, and encourage the adoption of safer work practices. The method employed was an intervention that included health education and lung function screening via questionnaires and spirometry. The results revealed a critical knowledge gap, where over 85% of workers had never heard of COPD, even though 70% of them reported experiencing respiratory symptoms. Furthermore, over 90% of workers admitted to rarely using masks. The intervention, which combined education with personalized spirometry data feedback, proved effective in increasing worker awareness of tangible health risks. In conclusion, the education-based and health-screening intervention program successfully raised furniture workers' understanding of COPD risks. An approach that integrates information with personal medical evidence is crucial for promoting behavioural change in high-risk work environments.
Isu Etik Kemajuan Teknologi Reproduksi Berbantuan: Literature Review Hidayati, Shovia Nurul; Suwandono, Adji
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5077

Abstract

Kemajuan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technologies, ART) selama beberapa tahun terakhir telah mengubah cara pandang tentang reproduksi manusia, membuka peluang bagi pasangan infertil, tetapi juga memunculkan dilema etika, hukum, dan sosial yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technology/ART) telah membuka peluang besar dalam penanganan infertilitas, tetapi juga menimbulkan dilema etik, hukum, dan sosial yang kompleks. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk memetakan isu-isu etika utama dalam praktik ART terkini berdasarkan artikel internasional terbitan periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah penelusuran sistematis di database PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan ART memunculkan tantangan etika yang meliputi keadilan akses, komersialisasi (terutama dalam praktik surogasi dan industrialisasi klinik), tanggung jawab profesional terhadap kesalahan prosedur dan nasib embrio beku, serta potensi diskriminasi genetik dari penggunaan skrining genetik poligenik pada embrio. Temuan ini menegaskan perlunya regulasi dan pedoman etik global yang berakar pada prinsip bioetika universal—otonomi, benefisensi, non-malefisensi, dan keadilan—agar kemajuan bioteknologi reproduksi dapat berlangsung secara adil, manusiawi, dan bertanggung jawab secara moral.